Blog

Program Makan Bergizi Gratis Perlu Evaluasi Berkala, Kualitas dan Pengawasan Jadi Perhatian

16 October 2026 admin

SLEMAN, YOGYAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jangkauan penerima manfaat, melainkan juga oleh kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan distribusi, dan efektivitas pengawasan.

Dalam konteks penjaringan aspirasi masyarakat dan mahasiswa di Kabupaten Sleman, pelaksanaan MBG menjadi salah satu isu yang relevan untuk dievaluasi menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kualitas Makanan Harus Menjadi Prioritas

Program pemenuhan gizi perlu memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi kebutuhan penerima manfaat, diolah secara higienis, dan didistribusikan dalam kondisi yang layak dikonsumsi.

Kualitas makanan menjadi aspek mendasar karena tujuan program bukan sekadar menyediakan makanan, melainkan mendukung kesehatan dan proses belajar peserta didik. Oleh sebab itu, standar pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan pengawasan perlu diterapkan secara konsisten.

Transparansi dan Pengawasan Perlu Diperkuat

Pelaksanaan MBG membutuhkan sistem pengawasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah perlu memastikan adanya mekanisme evaluasi terhadap penyedia makanan, penanganan keluhan, serta tindak lanjut apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan program.

Keterlibatan sekolah, orang tua, dan penerima manfaat juga penting. Mereka perlu memiliki saluran yang mudah digunakan untuk menyampaikan masukan mengenai kualitas makanan maupun pelaksanaan distribusi.

Keberhasilan Tidak Cukup Diukur dari Jumlah Penerima

Cakupan penerima manfaat merupakan salah satu indikator pelaksanaan program, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kualitas layanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran, dan manfaat bagi peserta didik juga perlu diperhatikan.

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, evaluasi MBG dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki aspek pelaksanaan yang belum optimal dan mempertahankan praktik yang telah berjalan baik.

Program ini perlu terus diarahkan agar memberikan manfaat yang nyata, dengan pengawasan yang kuat serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan masyarakat.

← Kembali ke Beranda